Rabu, 27 Mei 2020

Bumi juga berhak berdo'a (Covd-19) part-2

Assalamualaykum sahabat

Kita semua masih dirumah saja atau . . . . . .??

Di part-1 saya menyampaikan uneg-uneg saya tentang sebagian oknum yang mengeluh berlebihan.
Kita semua memang mengalami kesulitan karena Corona. 



-Ada yang di berhentikan dari pekerjaan yang merupakan satu-satunya sumber pangan -keluarga.
-Ada yang diusir dari kontrakan karena tidak sanggup memperpanjang masa sewa.
-Ada yang menunda pernikahan karena PSBB.
-Sosial distancing sudah menjadi Fisical distancing.
-Para ibu yang mengeluh karena kesulitan dengan tugas si anak.
-Para remaja yang sudah mengabaikan anjuran Pemerintah.
-Portal 24 jam kurang maksimal.
-Sebagian masyarakat yang bodo amat.
-Tenaga medis yang sudah mulai kelelahan.
-Pemerintah yang utar otak mencari solusi.
-Dan banyak lagi.



Begini, saya ini bukan anak orang kaya yang baik-baik saja ketika diberlakukan lockdown. Tapi saya juga jengah membaca, menonton & mendengar keluhan sebagian orang yang selalu menyalahkan Corona dan Pemerintah.


Sayangku..
Oh? nggak mau dipanggil sayang? oke oke


Saya anggap kita semua tahu bahwa bmi ini rusak, yang bisa kita lakukan hanya like & share tanpa aksi nyata.
Contoh sederhana saja ketika buang sampah. Tak ada tempat sampah, sungai & pinggir jalan pun tidak masalah.


Bumi kita itu capek rekk. Cobalah itu kalau melihat orang-orang yang menyelmatkan lingkungan, kita tak ikut serta, hanya posting-posting saja kan?


Sebenarnya Bumi kita tidak sakit, dia minta Tuhan Yang Maha Agung meringankan beban yang ia pikul karena ulah manusia.

Ijinkan Bumi memperbaikki diri untuk kemudian hari manusia bisa memanfaatkan sumber dayanya lagi. Anggap saja Bumi sedang isi ulang.


Coba bersyukur deh!

  • Kualitas udara semakin membaik, emisi karbon mencapai titik terendah.
  • Langit Jakarta lebih cerah.
  • Pegunungan Himalaya yang 30 tahun tertutup polisi bisa terlihat jelas.
  • Di Italia sejak 1 - 11 Maret mengalami penurunan emisi nitrogen dioksida
  • Kanal di Venezia menjadi bening (wajahku kapan?☺️hehe)
  • Para ilmuan di Royal Observactory of Belgium menemukan penurunan getaran kerak Bumi 1-20Hz
  • Ahli gempa Nepal Institute of Earth Physics melihat penurunan aktifitas gempa yang sangat dramatis.
  • Dan yang lebih membuatku bersujud adalah lubang Lapisan OZON terbesar di Bumi hampir tertutup sempurna (tinggal sedikit lagi).


Apa sih yang kita (saya & kalian) lakukan untuk Bumi?

Saya pun demikian, yang saya lakukan untuk mencintai Bumi Tuhan hanya sekian kecil saja dibanding permintaan saya untuk meminta rezeki yang banyak.


Bila do'a manusia saja dikabulkanNya, mengapa do'a Bumi tidak?

Kita semua diberi kesempatan untuk merenung dan beristighfar  atas segala kerusakan yang pernah kita lakukan.

Bumi sedang berobat, karena selama ini dia menahan sakit dan beban yang teramat sangat berat yang sebagian besar berasal dari manusia.


Semoga segalanya bisa berubah nejadi lebih baik. Aamiin




Sabtu, 18 April 2020

Bumi juga berhak berdo'a (Covid-19) part -1

Assalamualaykum sahabat
Apa kabar kalian hari ini?

#dirumahsaja kah? saya juga.

Siapa yang masih mengeluh karena lockdown yang diperpanjang? 
Well
Gantian ya??


Ingatkah kalian para "oknum" manusia yang suka merusak Bumi? (ngaku dalam hati aja) 

-Penebangan liar
-Buang sampah seenak jidat 
-Buang limbah di perairan
-Menguras isi Bumi 
-Meledakkan nuklir di laut



Dan perbuatan lain yang seakan mereka sengaja buta akan akibat dari semua tindakan perusakan ini.


Tapi kak.. Kan banyak aktivis lingkungan yang berusaha menyelamatkan Bumi?


Ada. Banyak! 

Tapi lebih banyak oknum yang merusak!!
Lebih banyak oknum yang "like kalau kalian ingin Bumi kita sembuh"
Lebih banyak oknum yang mengumpat aksi perusakan Bumi dibalik layar HP
Lebih banyak oknum yang "biar para Menteri yang mengurus lingkungan"


Bumi   : Tuhan..
Tuhan : Ada apa?
Bumi   : Aku sesak, yang bernafas di kulitku bukan hanya manusia. Tolong aku Tuhan, tubuhku mulai dirusak.
Tuhan : Baiklah (kun fayakun) [Covid-19]
Bumi   : Nafasku sudah mulai longgar. Terimakasih Tuhan.
Tuhan : Tentu. 


Percuma kalian terus berdoa di SosMed :
"Semoga Corona hilang sebelum Ramadhan Aamiin." 
"Yang setuju Corona musnah sebelum Ramadhan like"

Meskipun ribuan manusia berdo'a demikian, jika Allah Subhanahu wa ta'ala memilih mengabulkan do'a Bumi. Maka, manusia harus sadar kalau mereka sangat kecil.
Makhluk yang terbuat dari tanah namun bertingkah layaknya penguasa Bumi.




Kamu kok gitu kak? tau nggak berapa orang yang kesulitan cari nafkah karena Corona ini? Tau nggak berapa orang yang meninggal? 
Berapa orang yang kena PHK? 
Berapa orang yang menjadi melakukan maksiat demi bisa tetap makan?
Berapa orangtua mengeluh soal sekolah online yang memusingkan?
Memangnya kamu nggak kena dampaknya?



Ehem

Tentu semua lapisan masyarakat terkena dampaknya (kecuali yang tidak) termasuk aku. Tapi sesederhana aku mencintai ciptaanNya, salah satunya adalah Bumi tempatku bernaung.



{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ، أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ}
Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,” mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar” (QS al-Baqarah:11-12).



Kalian para "oknum" perusak peduli sama Bumi nggak? 
Nggak kan? yang penting kalian dapat uang darinya meskipun secara tidak kesurupan tahu efeknya dimasa depan. Bumi sudah baik namun oknum-oknum ini tidak membalas dengan layak. 

Para oknum ini ibarat maunya menyakiti Bumi tapi Bumi tidak boleh membalas menyakiti. Akhirnya Tuhan yang memperingatkan.


Kenapa? Apa?
Mau menyalahkan Tuhan?
Gitu aja terus sampai Bumi punya 2 satelit.
Bumi sejak lama menangis tapi pura-pura tidak didengar. Sekarang manusia berharap Bumi mendengar tangisan mereka? Hanya Tuhan yang tahu.



{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ}

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa)mu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS asy-Syuura:30).



Kenapa? Masih kurang?


Aku menulis ini bukan karena aku manusia paling benar dan tidak pernah lalai. Keluargaku pun terkena dampak lockdown tapi tidak ada satupun diantara kami yang bermuka masam.
Uang makin menipis, kebutuhan terus keluar tapi pemasukan Nol. 

Lalu bagaimana? mau marah kemana? mau mengutuk siapa? semua sudah terjadi. 
Jadilah kreatif, mungkin mau menanam sayur dalam pot  (bagi yang tak punya halaman / pekarangan) agar biaya makan lebih murah (kami juga melakukannya)


Baiklah. Yang tidak setuju ruang komentar selalu terbuka, aku menerima saran dan kritik yang membangun.
Silahkan berdebat sehat atau mungkin ada "oknum" seperti yang tadi aku tuliskan? 

Wa'alaykumsalam



Senin, 16 Maret 2020

Betapa aku menahan sebal

Asslamualaykum sahabat.
Bagaimana kabar kalian ditengah terjangan virus Corona / COVID-19?

Kalau aku jadi lebih rajin bersih-bersih hehe

Tapi kali ini aku tidak membahas tentang COVID-19 karena pasti banyak yang sudah menuliskan info tentang itu.


Kali ini aku mau berbagi tentang pengalamanku difoto.
Yap seperti judulnya..

Tapi sebelum aku mulai, tulisan ini bukan untuk satu orang tapi untuk beberapa orang yang merasa pernah memotretku.

Baper? auto I dont care


.
Betapa aku menahan sebal ketika memiliki beberapa teman yang "ngakunya"
=Hobi fotografi
=Sering ikut kompetisi fotografi online
=Hasil fotonya pernah dipuji bule
=Modal kamera hp lolos uji babak penyisihan
=Sering ikut seminar & pelatihan fotografer
= d l l

TAPI


Ya Rabb


Aku memang tidak punya ilmu fotografi tapi ketika aku mau memotret kawan atau saudara, aku selalu mengarahkan cara bersikap mereka misal :
=> Jangan cemberut
=> Tekuk kaki agar nggak kelihatan gendud
=> Lihat bunga disamping kamu
=> Geser dikit, disitu gelap

Dan sederet arahan lain.


Aku memang bukan model yang langingdan bening, aku juga bukan orang cerewet karena aku lebih memilih menahan sebal ketika hasil jepretan fotoku  . . . . .


Masalahnya mereka yang ngakunya habi fotorafi dan banyak pengakuan yang berhubungan dengan itu, sama sekali tidak melalukan apa yang selumrahnya dilakukan fotografer.


Sekali lagi aku tidak memiliki ilmu fotografi tapi apa yang wajar sih kalau :

>> Ujung rok kelipat dikit
>> Hijab agak lungset
>> Mata setengah merem
>> Tangan shake
>> Belum siap pose
>> Foto agak blur
>> Tanpa hitungan
>> Pose dibiarkan jelek
dan lain lain


Emang gratis tapi kurang manusiawi. Tapi aku tahan rasa kecewaku karena takut nyinggung. (Koreksi kalau aku salah)


Aku yakin mereka menyadari hasil jepretan mereka sendiri. Tapi ya mau gimana lagi sifat mereka memang begitu.



Untuk teman-teman yang mengaku hobi fotografi tolong jangan begitu ya? Teman yang kalian potret bisa jadi adalah pintu rezeki kalian yang tak terduga. (Kalian tahu maksudku)



OKE.. cukup untuk unegh-uneghku. Dan sekali lagi ini bukan sindiran terlebih bila ada yang baper.

Kalau baper berarti hati tidak terbuka menerima saran (ini menurutku).

Teman-teman kalau punya pengalaman yang sama kita bisa saling sharing.



Wassalamualaykum

Rabu, 19 Februari 2020

Puisi Jadul Masa-masa Sekolah

Assalamualaykum teman-teman
Apa kabar?
.
.
Ceritanya tadi aku sedang bongkar laci lemari paling bawah dan menemkan beberapa puisi yang aku tulis zaman masih SMP-SMA.. Zaman aku masih imut, polos dan menggemaskan _uhugh_
.
.
Aku akan berbagi disini karena dibuku sudah mulai luntur, sekalian mengingatkan masa indah dan memalukan.. hahahaha
.
.
Ketika aku baca ini,,aku ngakak karena bahasa yang aku gunakan masih sangat wadidaw, kalian tau lah ya?? hehe
Ini aku pilah-pilah aja biar gak terlalu panjang.
.
.
.
Terulang (18 Januari 04)

Jangan sampai hal yang menakutkan
terulang dalam hidupku
Jangan berusaha menghilangkan
suka duka dalam hidupmu

   Jangan sampai kebaikan hatimu
   Disalah artikan oranglain
   Kau harus tau,
   Semua pernah dejavu

Tak ada yang bisa dihindari
Kita hanya sebagai saksi

.


Bahagia  (04 Februari 05)

Bahagia tak datang dengan tiba-tiba
tapi harus dicari dengan pengorbanan
juga derita lebih dari cukup

   Aku mengalaminya
   Penderitaan tiada tara tanpa senyuman

Meski aku hidup didunia tanpa nadi dan rasa
kecoba melawan dengan tenaga yang ada
walau yang kurasa hanya pahit dan pedih

   Kucoba menciptakan kebahagiaanku
   Aku ingin bahagia

(Sumpah disini aku merasa kayak orang sok menderita padahal masih bocil)

.

Kesedihan (28 April 06)

Kesedihan datang dengan sebab
tapi tak pergi begitu saja
kesedihan selalu membawa luka dan derita
kadang juga menenteng airmata

   Airmata yang aku tetekan hari itu
   adalah mewakili lebih dari satu sayatan
   dadaku sesak
   tak bisa mengungkapkan luka didalamnya

(Aku lupa ini galau pas apa ya?)



Sahabatku Hilang  (08 Juli 06)

Masih terkenang
pada secarik tulisan
kau telah berjanji
untuk mengkhianati

   Masa itu hanya kenangan
   hanya harapan tanpa ujung

Kini aku merasa sunyi
tanpa tawa dan rasa

.

Bebas (21 Agustus 07)

Seperti burung berterbangan
seperti ikan yang berenang
yang mendapat kebebasan
tanpa ada belenggu

   Aku ingin merasa bebas
   menikmati indahnya dunia
   aku ingin bisa lepas
   dari rantai penyiksa

Namun itu hanya ilusi
hanya khayal  dan mimpi
tanpa kenyataan dan pandangan
(Malu sendiri aku baca ini)

.

Kebisuanmu (14 Januari 08)

Aku suka kebisuanmu
seperti seolah telah menghilang
tak peduli kau dengar atau tidak

   Suaraku  tak dapat menyentuhmu
   seperti sepasang mata indahmu
   yang tak pernah memandangku
   bagai ciuman yang bicara dalam bisu

Aku suka kebisuanmu
seolah kau menghilang menjauh
memberiku luka yang tak harusnya ada

   Aku puas dengan satu kata
   cukup saja cinta
   aku memahami ini
   harusnya kita tak bertemu
(Aku ingat kejadian ini. Ya Rabb betapa diriku yang dulu *sensor*)



Ku tanya kau cinta (04 Maret 08)

Menyendiri ku dalam sepi
berpikir dan berpkir lagi
menanti yang selalu pergi
aku bosan

   Bertahan dan bertahan lagi
   tenangkan diri dan tegarkan hati
 
Tolong pahami isi hati ini
pedihnya siapa yang mengobati?

   Cinta . .  aku bertanya padamu
   apa  kau selalu begini?
   bisakah kau lukis senyum padaku?

Cinta.. cinta dan ku tanya kau lagi
(dari sini bahasku udah mulai jelas ya hehe)




Dan cukup itu saja, aku makin gak fokus saking anehnya aku waktu itu.
Teman-teman yang dulu nulis puisi dibagian belakang buku siapa hayoooo ngaku.
Kalian bisa share kenangan bareng disini.
.
.
Jujur saja aku sempat menangis karena teringat masa itu dan aku mulai rindu.

"Bila waktu telah berlalu dan jarak telah hadir. Yang bisa menemani hati hanyalah MEMORY"
-Risti

Rabu, 22 Januari 2020

Muhasabbah, Instropeksi sifat buruk dengan para sahabat

Assalamualaykum teman-teman..
Apa kabar?

Tahun 2020 kita jumpai dengan berbagai rasa dan target baru maupun target lama yang masih gantung di tembok kamar.

.
Kali ini saya mau berbagi  tentang kami yang harus menjadi pribadi lebih baik ditahun 2020 dengan cara :

Kami berempat duduk di tempat makan kecil membicarakan resolusi 2020.
Karena sama-sama dewasa (Generasi 90-an) kami harus menepis rasa egois dan semacamnya.
.
.
Masing-masing dari kami harus mengatakan sifat buruk tiap orang. Dan yang bersangkutan tidak boleh Mangkel ataupun mengelak karena oranglainlah yang paling bisa menilai sifat kita. 
Hanya boleh menerima & memberikan alasan tanpa membela diri.
.
.
Karena kita lebih sering mengeluarkan sifat buruk yang melukai oranglain tanpa peduli apapun yang penting ego terpuaskan.
.
.
Dimulai dari sifat buruk  saya sendiri dimata teman-teman
.
.

Sifat buruk saya dimata teman-teman : Cold expression & silent
Kalau kamu lagi bad mood atau agak marah pada satu kejadian, selalu berekspesi dingin serta bicara dengan nada datar. Aku sampe merinding. Kalau ada hal yang menyinggung perasaan, kau tak mengatakan apapun. Kadang kami tak tahu kalau kamu sedang tersinggung, menunjukkan apa yang kamu rasakan itu juga perlu. 

Alasan saya : Kadang tak mengatakan apapun membuat saya lebih bisa mengontrol emosi negatif. 

Teman-teman saya mengatakan yang sebenarnya. Saya memang sering berekspresi datar bila tak enak akan suatu hal. Dimulai dari saat ini, saya harus merubah sifat tersebut.

Tidak boleh tersinggung atau membela diri

.
.
NB : (Saya hanya memberikan inisial dengan izin yang bersangkutan)

.
Sifat buruk B dimata kami : Body shaming & Mengeluh
Kamu selalu menyombongkan tinggi badan dan tubuh langsing yang kamu miliki. Sedang kami tak setinggi & langsing (meski rakus) kayak kamu. Sering bertanya bagaimana cara nambah tinggi badan pada teman yang bertubuh pendek dengan alasan agar lebih bersyukur. Padahal kamu sangat tahu hal itu menyakiti batin & membuat kami merasa rendah diri. Kamu juga selalu mengeluh tentang beban dalam keluarga yang seakan kau tanggung seorang diri, hal itu malah membuat cringe orang disekitarmu

Alasan B : Aku cuma ingin tinggi badanku dipuji. Dan aku ingin dianggap orang yang menderita dan diperhatikan.

Apapun alasannya, Body shaming tidak dibenarkan. Mengeluh boleh, berlebihan jangan.

Tidak boleh tersinggung atau membela diri



Sifat buruk J dimata kami : Sangat pelit & keras kepala
Kamu tidak pernah mengeluarkan uang saat jalan-jalan dengan kami sekalipun hanya uang parkir. Selalu bilang bokek meski sudah gajian. Tak pernah menerima kritik dan selalu mencari alasan disaat sudah terlambat. Banyak alasan ketika dimintai bantuan. Bahkan ketika menjenguk teman kita di RS, kamu satu-satunya yang nggak datang. Hari Raya pun kamu tak pernah berkunjung. Alasanmu sama, tak ada uang

Alasan J : Aku waktu itu emang mau jenguk tapi dia keburu sembuh, pas makan di sana (nama tempat makan) aku juga udah siapin uang buat bayar tapi kalian keburu pulang duluan.
(Tak menerima kritik & selalu mencari alasan).  Bertahun-tahun berteman baru bulan ini nyiapin duit??

Tidak boleh tersinggung atau membela diri tapi dia keras kepala.



Sifat buruk K dimata kami : Phone addicted & Ghost
Tak ada yang lebih penting daripada scroll beranda IG tiap 2 menit. Saat makan bersama, kau hanya makan setengah dari makananmu karena sibuk dengan HP. Saat nonton bioskop, ke bazar, seminar, bahkan saat jenguk teman sakit kaupun tak bicara,, hanya menundukkan kepala lihat HP padahal nggak lagi bisnis online. Sekalinya ngomong nggak ada topik yang kau bahas selain hantu.

Alasan K : Aku main HP karena isinya penting semua (lihat story IG lebih penting dari sahabat). Dan soal hantu, aku gak tahu harus ngomong apa.(Kami membicarakan banyak topik ketika berkumpul)

Tidak boleh tersinggung atau membela diri.



Itu adalah cara kami Instropeksi diri. 
Kami semua sepakat untuk berubah perlahan dan saling membantu. Bila ada yang tidak mau berubah dan merasa sikapnya benar, maka kami menganggap dia bukanlah orang yang mau memperbaiki diri.

Kadang ada yang bilang, "kalo mau ngomong jeleknya gue, sini langsung sama depan gue, jangan ngomong dibelakang." Eh... 
Giliran diomongin sifat jeleknya langsung, dia malah gak terima dan merasa dirinya terdzolimi, korban pertemanan, baper akan hal sepele yang tidak ditujukan pada dirinya dll.

Jadi harus gimana?? 

Hal terbaik yang kami pelajari adalah, kami tidak akan malu untuk berubah ke arah lebih baik. Dan kami menyiapkan mental untuk kejulidan orang yang akan datang.



Okay.. Sepertinya cukup,, terimakasih pada teman-temanku yang aku bisa mengenal diri dari mereka, pada mereka yang seperti keluarga karena tetap bersamaku meski aku punya sifat buruk.

Mari kita terus mengingatkan. 
Karena lebh baik pahit hari ini untuk mani di masa akan datang.


Wasalamualaykum