Asslamualaykum sahabat.
Bagaimana kabar kalian ditengah terjangan virus Corona / COVID-19?
Kalau aku jadi lebih rajin bersih-bersih hehe
Tapi kali ini aku tidak membahas tentang COVID-19 karena pasti banyak yang sudah menuliskan info tentang itu.
Kali ini aku mau berbagi tentang pengalamanku difoto.
Yap seperti judulnya..
Tapi sebelum aku mulai, tulisan ini bukan untuk satu orang tapi untuk beberapa orang yang merasa pernah memotretku.
Baper? auto I dont care
.
Betapa aku menahan sebal ketika memiliki beberapa teman yang "ngakunya"
=Hobi fotografi
=Sering ikut kompetisi fotografi online
=Hasil fotonya pernah dipuji bule
=Modal kamera hp lolos uji babak penyisihan
=Sering ikut seminar & pelatihan fotografer
= d l l
TAPI
Ya Rabb
Aku memang tidak punya ilmu fotografi tapi ketika aku mau memotret kawan atau saudara, aku selalu mengarahkan cara bersikap mereka misal :
=> Jangan cemberut
=> Tekuk kaki agar nggak kelihatan gendud
=> Lihat bunga disamping kamu
=> Geser dikit, disitu gelap
Dan sederet arahan lain.
Aku memang bukan model yang langingdan bening, aku juga bukan orang cerewet karena aku lebih memilih menahan sebal ketika hasil jepretan fotoku . . . . .
Masalahnya mereka yang ngakunya habi fotorafi dan banyak pengakuan yang berhubungan dengan itu, sama sekali tidak melalukan apa yang selumrahnya dilakukan fotografer.
Sekali lagi aku tidak memiliki ilmu fotografi tapi apa yang wajar sih kalau :
>> Ujung rok kelipat dikit
>> Hijab agak lungset
>> Mata setengah merem
>> Tangan shake
>> Belum siap pose
>> Foto agak blur
>> Tanpa hitungan
>> Pose dibiarkan jelek
dan lain lain
Emang gratis tapi kurang manusiawi. Tapi aku tahan rasa kecewaku karena takut nyinggung. (Koreksi kalau aku salah)
Aku yakin mereka menyadari hasil jepretan mereka sendiri. Tapi ya mau gimana lagi sifat mereka memang begitu.
Untuk teman-teman yang mengaku hobi fotografi tolong jangan begitu ya? Teman yang kalian potret bisa jadi adalah pintu rezeki kalian yang tak terduga. (Kalian tahu maksudku)
OKE.. cukup untuk unegh-uneghku. Dan sekali lagi ini bukan sindiran terlebih bila ada yang baper.
Kalau baper berarti hati tidak terbuka menerima saran (ini menurutku).
Teman-teman kalau punya pengalaman yang sama kita bisa saling sharing.
Wassalamualaykum

