Rabu, 19 Februari 2020

Puisi Jadul Masa-masa Sekolah

Assalamualaykum teman-teman
Apa kabar?
.
.
Ceritanya tadi aku sedang bongkar laci lemari paling bawah dan menemkan beberapa puisi yang aku tulis zaman masih SMP-SMA.. Zaman aku masih imut, polos dan menggemaskan _uhugh_
.
.
Aku akan berbagi disini karena dibuku sudah mulai luntur, sekalian mengingatkan masa indah dan memalukan.. hahahaha
.
.
Ketika aku baca ini,,aku ngakak karena bahasa yang aku gunakan masih sangat wadidaw, kalian tau lah ya?? hehe
Ini aku pilah-pilah aja biar gak terlalu panjang.
.
.
.
Terulang (18 Januari 04)

Jangan sampai hal yang menakutkan
terulang dalam hidupku
Jangan berusaha menghilangkan
suka duka dalam hidupmu

   Jangan sampai kebaikan hatimu
   Disalah artikan oranglain
   Kau harus tau,
   Semua pernah dejavu

Tak ada yang bisa dihindari
Kita hanya sebagai saksi

.


Bahagia  (04 Februari 05)

Bahagia tak datang dengan tiba-tiba
tapi harus dicari dengan pengorbanan
juga derita lebih dari cukup

   Aku mengalaminya
   Penderitaan tiada tara tanpa senyuman

Meski aku hidup didunia tanpa nadi dan rasa
kecoba melawan dengan tenaga yang ada
walau yang kurasa hanya pahit dan pedih

   Kucoba menciptakan kebahagiaanku
   Aku ingin bahagia

(Sumpah disini aku merasa kayak orang sok menderita padahal masih bocil)

.

Kesedihan (28 April 06)

Kesedihan datang dengan sebab
tapi tak pergi begitu saja
kesedihan selalu membawa luka dan derita
kadang juga menenteng airmata

   Airmata yang aku tetekan hari itu
   adalah mewakili lebih dari satu sayatan
   dadaku sesak
   tak bisa mengungkapkan luka didalamnya

(Aku lupa ini galau pas apa ya?)



Sahabatku Hilang  (08 Juli 06)

Masih terkenang
pada secarik tulisan
kau telah berjanji
untuk mengkhianati

   Masa itu hanya kenangan
   hanya harapan tanpa ujung

Kini aku merasa sunyi
tanpa tawa dan rasa

.

Bebas (21 Agustus 07)

Seperti burung berterbangan
seperti ikan yang berenang
yang mendapat kebebasan
tanpa ada belenggu

   Aku ingin merasa bebas
   menikmati indahnya dunia
   aku ingin bisa lepas
   dari rantai penyiksa

Namun itu hanya ilusi
hanya khayal  dan mimpi
tanpa kenyataan dan pandangan
(Malu sendiri aku baca ini)

.

Kebisuanmu (14 Januari 08)

Aku suka kebisuanmu
seperti seolah telah menghilang
tak peduli kau dengar atau tidak

   Suaraku  tak dapat menyentuhmu
   seperti sepasang mata indahmu
   yang tak pernah memandangku
   bagai ciuman yang bicara dalam bisu

Aku suka kebisuanmu
seolah kau menghilang menjauh
memberiku luka yang tak harusnya ada

   Aku puas dengan satu kata
   cukup saja cinta
   aku memahami ini
   harusnya kita tak bertemu
(Aku ingat kejadian ini. Ya Rabb betapa diriku yang dulu *sensor*)



Ku tanya kau cinta (04 Maret 08)

Menyendiri ku dalam sepi
berpikir dan berpkir lagi
menanti yang selalu pergi
aku bosan

   Bertahan dan bertahan lagi
   tenangkan diri dan tegarkan hati
 
Tolong pahami isi hati ini
pedihnya siapa yang mengobati?

   Cinta . .  aku bertanya padamu
   apa  kau selalu begini?
   bisakah kau lukis senyum padaku?

Cinta.. cinta dan ku tanya kau lagi
(dari sini bahasku udah mulai jelas ya hehe)




Dan cukup itu saja, aku makin gak fokus saking anehnya aku waktu itu.
Teman-teman yang dulu nulis puisi dibagian belakang buku siapa hayoooo ngaku.
Kalian bisa share kenangan bareng disini.
.
.
Jujur saja aku sempat menangis karena teringat masa itu dan aku mulai rindu.

"Bila waktu telah berlalu dan jarak telah hadir. Yang bisa menemani hati hanyalah MEMORY"
-Risti