Assalamualaykum teman-teman
Apa kabar?
.
.
Ceritanya tadi aku sedang bongkar laci lemari paling bawah dan menemkan beberapa puisi yang aku tulis zaman masih SMP-SMA.. Zaman aku masih imut, polos dan menggemaskan _uhugh_
.
.
Aku akan berbagi disini karena dibuku sudah mulai luntur, sekalian mengingatkan masa indah dan memalukan.. hahahaha
.
.
Ketika aku baca ini,,aku ngakak karena bahasa yang aku gunakan masih sangat wadidaw, kalian tau lah ya?? hehe
Ini aku pilah-pilah aja biar gak terlalu panjang.
.
.
.
Terulang (18 Januari 04)
Jangan sampai hal yang menakutkan
terulang dalam hidupku
Jangan berusaha menghilangkan
suka duka dalam hidupmu
Jangan sampai kebaikan hatimu
Disalah artikan oranglain
Kau harus tau,
Semua pernah dejavu
Tak ada yang bisa dihindari
Kita hanya sebagai saksi
.
Bahagia (04 Februari 05)
Bahagia tak datang dengan tiba-tiba
tapi harus dicari dengan pengorbanan
juga derita lebih dari cukup
Aku mengalaminya
Penderitaan tiada tara tanpa senyuman
Meski aku hidup didunia tanpa nadi dan rasa
kecoba melawan dengan tenaga yang ada
walau yang kurasa hanya pahit dan pedih
Kucoba menciptakan kebahagiaanku
Aku ingin bahagia
(Sumpah disini aku merasa kayak orang sok menderita padahal masih bocil)
.
Kesedihan (28 April 06)
Kesedihan datang dengan sebab
tapi tak pergi begitu saja
kesedihan selalu membawa luka dan derita
kadang juga menenteng airmata
Airmata yang aku tetekan hari itu
adalah mewakili lebih dari satu sayatan
dadaku sesak
tak bisa mengungkapkan luka didalamnya
(Aku lupa ini galau pas apa ya?)
Sahabatku Hilang (08 Juli 06)
Masih terkenang
pada secarik tulisan
kau telah berjanji
untuk mengkhianati
Masa itu hanya kenangan
hanya harapan tanpa ujung
Kini aku merasa sunyi
tanpa tawa dan rasa
.
Bebas (21 Agustus 07)
Seperti burung berterbangan
seperti ikan yang berenang
yang mendapat kebebasan
tanpa ada belenggu
Aku ingin merasa bebas
menikmati indahnya dunia
aku ingin bisa lepas
dari rantai penyiksa
Namun itu hanya ilusi
hanya khayal dan mimpi
tanpa kenyataan dan pandangan
(Malu sendiri aku baca ini)
.
Kebisuanmu (14 Januari 08)
Aku suka kebisuanmu
seperti seolah telah menghilang
tak peduli kau dengar atau tidak
Suaraku tak dapat menyentuhmu
seperti sepasang mata indahmu
yang tak pernah memandangku
bagai ciuman yang bicara dalam bisu
Aku suka kebisuanmu
seolah kau menghilang menjauh
memberiku luka yang tak harusnya ada
Aku puas dengan satu kata
cukup saja cinta
aku memahami ini
harusnya kita tak bertemu
(Aku ingat kejadian ini. Ya Rabb betapa diriku yang dulu *sensor*)
Ku tanya kau cinta (04 Maret 08)
Menyendiri ku dalam sepi
berpikir dan berpkir lagi
menanti yang selalu pergi
aku bosan
Bertahan dan bertahan lagi
tenangkan diri dan tegarkan hati
Tolong pahami isi hati ini
pedihnya siapa yang mengobati?
Cinta . . aku bertanya padamu
apa kau selalu begini?
bisakah kau lukis senyum padaku?
Cinta.. cinta dan ku tanya kau lagi
(dari sini bahasku udah mulai jelas ya hehe)
Dan cukup itu saja, aku makin gak fokus saking anehnya aku waktu itu.
Teman-teman yang dulu nulis puisi dibagian belakang buku siapa hayoooo ngaku.
Kalian bisa share kenangan bareng disini.
.
.
Jujur saja aku sempat menangis karena teringat masa itu dan aku mulai rindu.
"Bila waktu telah berlalu dan jarak telah hadir. Yang bisa menemani hati hanyalah MEMORY"
-Risti

