Kita semua masih dirumah saja atau . . . . . .??
Di part-1 saya menyampaikan uneg-uneg saya tentang sebagian oknum yang mengeluh berlebihan.
Kita semua memang mengalami kesulitan karena Corona.
-Ada yang di berhentikan dari pekerjaan yang merupakan satu-satunya sumber pangan -keluarga.
-Ada yang diusir dari kontrakan karena tidak sanggup memperpanjang masa sewa.
-Ada yang menunda pernikahan karena PSBB.
-Sosial distancing sudah menjadi Fisical distancing.
-Para ibu yang mengeluh karena kesulitan dengan tugas si anak.
-Para remaja yang sudah mengabaikan anjuran Pemerintah.
-Portal 24 jam kurang maksimal.
-Sebagian masyarakat yang bodo amat.
-Tenaga medis yang sudah mulai kelelahan.
-Pemerintah yang utar otak mencari solusi.
-Dan banyak lagi.
Begini, saya ini bukan anak orang kaya yang baik-baik saja ketika diberlakukan lockdown. Tapi saya juga jengah membaca, menonton & mendengar keluhan sebagian orang yang selalu menyalahkan Corona dan Pemerintah.
Sayangku..
Oh? nggak mau dipanggil sayang? oke oke
Saya anggap kita semua tahu bahwa bmi ini rusak, yang bisa kita lakukan hanya like & share tanpa aksi nyata.
Contoh sederhana saja ketika buang sampah. Tak ada tempat sampah, sungai & pinggir jalan pun tidak masalah.
Bumi kita itu capek rekk. Cobalah itu kalau melihat orang-orang yang menyelmatkan lingkungan, kita tak ikut serta, hanya posting-posting saja kan?
Sebenarnya Bumi kita tidak sakit, dia minta Tuhan Yang Maha Agung meringankan beban yang ia pikul karena ulah manusia.
Ijinkan Bumi memperbaikki diri untuk kemudian hari manusia bisa memanfaatkan sumber dayanya lagi. Anggap saja Bumi sedang isi ulang.
Coba bersyukur deh!
- Kualitas udara semakin membaik, emisi karbon mencapai titik terendah.
- Langit Jakarta lebih cerah.
- Pegunungan Himalaya yang 30 tahun tertutup polisi bisa terlihat jelas.
- Di Italia sejak 1 - 11 Maret mengalami penurunan emisi nitrogen dioksida
- Kanal di Venezia menjadi bening (wajahku kapan?☺️hehe)
- Para ilmuan di Royal Observactory of Belgium menemukan penurunan getaran kerak Bumi 1-20Hz
- Ahli gempa Nepal Institute of Earth Physics melihat penurunan aktifitas gempa yang sangat dramatis.
- Dan yang lebih membuatku bersujud adalah lubang Lapisan OZON terbesar di Bumi hampir tertutup sempurna (tinggal sedikit lagi).
Apa sih yang kita (saya & kalian) lakukan untuk Bumi?
Saya pun demikian, yang saya lakukan untuk mencintai Bumi Tuhan hanya sekian kecil saja dibanding permintaan saya untuk meminta rezeki yang banyak.
Bila do'a manusia saja dikabulkanNya, mengapa do'a Bumi tidak?
Kita semua diberi kesempatan untuk merenung dan beristighfar atas segala kerusakan yang pernah kita lakukan.
Bumi sedang berobat, karena selama ini dia menahan sakit dan beban yang teramat sangat berat yang sebagian besar berasal dari manusia.
Semoga segalanya bisa berubah nejadi lebih baik. Aamiin

