Apa kabar kalian hari ini?
#dirumahsaja kah? saya juga.
Siapa yang masih mengeluh karena lockdown yang diperpanjang?
Well
Gantian ya??
Ingatkah kalian para "oknum" manusia yang suka merusak Bumi? (ngaku dalam hati aja)
-Penebangan liar
-Buang sampah seenak jidat
-Buang limbah di perairan
-Menguras isi Bumi
-Meledakkan nuklir di laut
Dan perbuatan lain yang seakan mereka sengaja buta akan akibat dari semua tindakan perusakan ini.
Tapi kak.. Kan banyak aktivis lingkungan yang berusaha menyelamatkan Bumi?
Ada. Banyak!
Tapi lebih banyak oknum yang merusak!!
Lebih banyak oknum yang "like kalau kalian ingin Bumi kita sembuh"
Lebih banyak oknum yang mengumpat aksi perusakan Bumi dibalik layar HP
Lebih banyak oknum yang "biar para Menteri yang mengurus lingkungan"
Bumi : Tuhan..
Tuhan : Ada apa?
Bumi : Aku sesak, yang bernafas di kulitku bukan hanya manusia. Tolong aku Tuhan, tubuhku mulai dirusak.
Tuhan : Baiklah (kun fayakun) [Covid-19]
Bumi : Nafasku sudah mulai longgar. Terimakasih Tuhan.
Tuhan : Tentu.
Percuma kalian terus berdoa di SosMed :
"Semoga Corona hilang sebelum Ramadhan Aamiin."
"Yang setuju Corona musnah sebelum Ramadhan like"
Meskipun ribuan manusia berdo'a demikian, jika Allah Subhanahu wa ta'ala memilih mengabulkan do'a Bumi. Maka, manusia harus sadar kalau mereka sangat kecil.
Makhluk yang terbuat dari tanah namun bertingkah layaknya penguasa Bumi.
Kamu kok gitu kak? tau nggak berapa orang yang kesulitan cari nafkah karena Corona ini? Tau nggak berapa orang yang meninggal?
Berapa orang yang kena PHK?
Berapa orang yang menjadi melakukan maksiat demi bisa tetap makan?
Berapa orangtua mengeluh soal sekolah online yang memusingkan?
Memangnya kamu nggak kena dampaknya?
Ehem
Tentu semua lapisan masyarakat terkena dampaknya (kecuali yang tidak) termasuk aku. Tapi sesederhana aku mencintai ciptaanNya, salah satunya adalah Bumi tempatku bernaung.
{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ، أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا يَشْعُرُونَ}
“Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,” mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar” (QS al-Baqarah:11-12).Kalian para "oknum" perusak peduli sama Bumi nggak?
Nggak kan? yang penting kalian dapat uang darinya meskipun secara tidak kesurupan tahu efeknya dimasa depan. Bumi sudah baik namun oknum-oknum ini tidak membalas dengan layak.
Para oknum ini ibarat maunya menyakiti Bumi tapi Bumi tidak boleh membalas menyakiti. Akhirnya Tuhan yang memperingatkan.
Kenapa? Apa?
Mau menyalahkan Tuhan?
Gitu aja terus sampai Bumi punya 2 satelit.
Bumi sejak lama menangis tapi pura-pura tidak didengar. Sekarang manusia berharap Bumi mendengar tangisan mereka? Hanya Tuhan yang tahu.
{وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ}
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa)mu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS asy-Syuura:30).
Kenapa? Masih kurang?
Aku menulis ini bukan karena aku manusia paling benar dan tidak pernah lalai. Keluargaku pun terkena dampak lockdown tapi tidak ada satupun diantara kami yang bermuka masam.
Uang makin menipis, kebutuhan terus keluar tapi pemasukan Nol.
Lalu bagaimana? mau marah kemana? mau mengutuk siapa? semua sudah terjadi.
Jadilah kreatif, mungkin mau menanam sayur dalam pot (bagi yang tak punya halaman / pekarangan) agar biaya makan lebih murah (kami juga melakukannya)
Baiklah. Yang tidak setuju ruang komentar selalu terbuka, aku menerima saran dan kritik yang membangun.
Silahkan berdebat sehat atau mungkin ada "oknum" seperti yang tadi aku tuliskan?
Wa'alaykumsalam

