Rabu, 22 Januari 2020

Muhasabbah, Instropeksi sifat buruk dengan para sahabat

Assalamualaykum teman-teman..
Apa kabar?

Tahun 2020 kita jumpai dengan berbagai rasa dan target baru maupun target lama yang masih gantung di tembok kamar.

.
Kali ini saya mau berbagi  tentang kami yang harus menjadi pribadi lebih baik ditahun 2020 dengan cara :

Kami berempat duduk di tempat makan kecil membicarakan resolusi 2020.
Karena sama-sama dewasa (Generasi 90-an) kami harus menepis rasa egois dan semacamnya.
.
.
Masing-masing dari kami harus mengatakan sifat buruk tiap orang. Dan yang bersangkutan tidak boleh Mangkel ataupun mengelak karena oranglainlah yang paling bisa menilai sifat kita. 
Hanya boleh menerima & memberikan alasan tanpa membela diri.
.
.
Karena kita lebih sering mengeluarkan sifat buruk yang melukai oranglain tanpa peduli apapun yang penting ego terpuaskan.
.
.
Dimulai dari sifat buruk  saya sendiri dimata teman-teman
.
.

Sifat buruk saya dimata teman-teman : Cold expression & silent
Kalau kamu lagi bad mood atau agak marah pada satu kejadian, selalu berekspesi dingin serta bicara dengan nada datar. Aku sampe merinding. Kalau ada hal yang menyinggung perasaan, kau tak mengatakan apapun. Kadang kami tak tahu kalau kamu sedang tersinggung, menunjukkan apa yang kamu rasakan itu juga perlu. 

Alasan saya : Kadang tak mengatakan apapun membuat saya lebih bisa mengontrol emosi negatif. 

Teman-teman saya mengatakan yang sebenarnya. Saya memang sering berekspresi datar bila tak enak akan suatu hal. Dimulai dari saat ini, saya harus merubah sifat tersebut.

Tidak boleh tersinggung atau membela diri

.
.
NB : (Saya hanya memberikan inisial dengan izin yang bersangkutan)

.
Sifat buruk B dimata kami : Body shaming & Mengeluh
Kamu selalu menyombongkan tinggi badan dan tubuh langsing yang kamu miliki. Sedang kami tak setinggi & langsing (meski rakus) kayak kamu. Sering bertanya bagaimana cara nambah tinggi badan pada teman yang bertubuh pendek dengan alasan agar lebih bersyukur. Padahal kamu sangat tahu hal itu menyakiti batin & membuat kami merasa rendah diri. Kamu juga selalu mengeluh tentang beban dalam keluarga yang seakan kau tanggung seorang diri, hal itu malah membuat cringe orang disekitarmu

Alasan B : Aku cuma ingin tinggi badanku dipuji. Dan aku ingin dianggap orang yang menderita dan diperhatikan.

Apapun alasannya, Body shaming tidak dibenarkan. Mengeluh boleh, berlebihan jangan.

Tidak boleh tersinggung atau membela diri



Sifat buruk J dimata kami : Sangat pelit & keras kepala
Kamu tidak pernah mengeluarkan uang saat jalan-jalan dengan kami sekalipun hanya uang parkir. Selalu bilang bokek meski sudah gajian. Tak pernah menerima kritik dan selalu mencari alasan disaat sudah terlambat. Banyak alasan ketika dimintai bantuan. Bahkan ketika menjenguk teman kita di RS, kamu satu-satunya yang nggak datang. Hari Raya pun kamu tak pernah berkunjung. Alasanmu sama, tak ada uang

Alasan J : Aku waktu itu emang mau jenguk tapi dia keburu sembuh, pas makan di sana (nama tempat makan) aku juga udah siapin uang buat bayar tapi kalian keburu pulang duluan.
(Tak menerima kritik & selalu mencari alasan).  Bertahun-tahun berteman baru bulan ini nyiapin duit??

Tidak boleh tersinggung atau membela diri tapi dia keras kepala.



Sifat buruk K dimata kami : Phone addicted & Ghost
Tak ada yang lebih penting daripada scroll beranda IG tiap 2 menit. Saat makan bersama, kau hanya makan setengah dari makananmu karena sibuk dengan HP. Saat nonton bioskop, ke bazar, seminar, bahkan saat jenguk teman sakit kaupun tak bicara,, hanya menundukkan kepala lihat HP padahal nggak lagi bisnis online. Sekalinya ngomong nggak ada topik yang kau bahas selain hantu.

Alasan K : Aku main HP karena isinya penting semua (lihat story IG lebih penting dari sahabat). Dan soal hantu, aku gak tahu harus ngomong apa.(Kami membicarakan banyak topik ketika berkumpul)

Tidak boleh tersinggung atau membela diri.



Itu adalah cara kami Instropeksi diri. 
Kami semua sepakat untuk berubah perlahan dan saling membantu. Bila ada yang tidak mau berubah dan merasa sikapnya benar, maka kami menganggap dia bukanlah orang yang mau memperbaiki diri.

Kadang ada yang bilang, "kalo mau ngomong jeleknya gue, sini langsung sama depan gue, jangan ngomong dibelakang." Eh... 
Giliran diomongin sifat jeleknya langsung, dia malah gak terima dan merasa dirinya terdzolimi, korban pertemanan, baper akan hal sepele yang tidak ditujukan pada dirinya dll.

Jadi harus gimana?? 

Hal terbaik yang kami pelajari adalah, kami tidak akan malu untuk berubah ke arah lebih baik. Dan kami menyiapkan mental untuk kejulidan orang yang akan datang.



Okay.. Sepertinya cukup,, terimakasih pada teman-temanku yang aku bisa mengenal diri dari mereka, pada mereka yang seperti keluarga karena tetap bersamaku meski aku punya sifat buruk.

Mari kita terus mengingatkan. 
Karena lebh baik pahit hari ini untuk mani di masa akan datang.


Wasalamualaykum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar